Batik Oktober ’09

PKBT-1001

Kode Produk : PKBT-1001

Type : Batik Tulis

Bahan : Katun Primis

Ukuran : M, L, XL

Harga : Rp. 85.000 *

* harga belum termasuk ongkos kirim





DSCI0110

Kode Produk : PKBT-1002

Type : Batik Tulis

Bahan : Katun Primis

Ukuran : L

Harga : Rp. 85.000 *

* harga belum termasuk ongkos kirim





DSCI0107

Kode Produk : PKBT-1003

Type : Batik Tulis

Bahan : Katun Primis

Ukuran : L

Harga : Rp. 85.000 *

* harga belum termasuk ongkos kirim

Status : Sudah Terjual




DSCI0121

Kode Produk : PKBT-1004

Type : Batik Tulis

Bahan : Katun Primis

Ukuran : M

Harga : Rp. 75.000 *

* harga belum termasuk ongkos kirim

Status : Sudah Terjual



Pemesanan dapat dilakukan via :

Email :  djoko_a@yahoo.co.id

SMS : 08561991609

YM : djoko_a

Teknologi Batik, dari Ngrengreng Hingga Nyoga

Repro dari Batikrapport‘);” width=”70″ border=”0″ height=”52″ hspace=”2″>Repro dari Batikrapport‘);” width=”70″ border=”0″ height=”52″ hspace=”2″>

Teknologi batik di Jawa merupakan suatu contoh keberhasilan inovasi teknologi impor menjadi teknologi tradisional.
Rabu, 14 Oktober 2009 | 12:14 WIB

INDONESIA baru saja mendapat pengakuan dunia atas teknologi di bidang tekstil, yaitu teknologi batik yang pernah berkembang menjadi industri rakyat di Pulau Jawa. Teknologi batik mengikuti keris dan wayang yang sudah terlebih dahulu masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Teknologi batik adalah teknologi memroses kain dengan memberikan berbagai desain motif dan warna pada kain tersebut. Teknologi batik di Jawa merupakan suatu contoh keberhasilan inovasi teknologi impor menjadi teknologi tradisional.

Teknologi batik bisa dipahami demikian, sebuah teknologi dasar mencetak desain motif pada kain menggunakan bahan malam (lilin/wax) diperkirakan tiba di Nusantara, khususnya Jawa pada abad 12 dari Kalingga, India. Canting, alat menggambar berbentuk seperti pulpen yang diisi lilin panas, mungkin datang bersama teknik batik dari India pula. Selain kedua hal itu, seluruh teknologi membatik adalah hasil inovasi orang di Jawa. Begitulah Sahari Besari menulis dalam buku Teknologi di Nusantara: 40 Abad Hambatan Inovasi.

Sebut saja teknologi mencuci kain dan menggodok dengan minyak, menggambar desain motif dengan canting dan bahan lilin panas (ngrengreng) dan nembok; memberi warna biru (medel atau celep); membuang malam dari kain (nglorod atau ngerok); menutupi lagi bagian kain yang dipertahankan berwarna biru dengan canting (mbironi); memberi warna cokelat (nyoga); kembali proses nglorod; membersihkan sisa bahan lilin dan melipat kain. Pada kira-kira tahun 1850 revolusi teknologi batik terjadi, di mana orang di Jawa menginvensi stempel cap (printing) yang terbuat dari perunggu.

Membatik semula bukanlah industri, ia adalah bentuk kerajinan tangan rumah tangga yang biasa dilakukan perempuan di perkotaan. Di masa lampau, membatik biasanya dikerjakan di rumah pembesar Jawa, kaum ningrat. Dalam kisah pengalamannya mengunjungi Istana Sultan Agung pada 1606, Rijckloff van Goens menyebut, melihat 4.000 perempuan yang sedang membatik di sana. Pada awal abad 19 membatik berkembang menjadi industri kerajinan rakyat, ini terjadi di Kerajaan Jawa di mana membatik semula adalah kerajinan rumah tangga.

Di Jawa, industri batik bisa ditemukan di Cirebon, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pekalongan, Semarang, Juwana, Lasem. Tentu saja Yogyakarta dan Surakarta, menjadi pusat batik konservatif – motif klasik dengan warna biru dan cokelat soga. Selain di Yogyakarta dan Surakarta, industri biasanya dimiliki oleh kaum Tionghoa sementara para pekerja adalah pribumi.

Industri batik mengalami surut di masa PD II karena kesulitan mendapatkan bahan. Di Batavia, tercatat tokoh Tionghoa yang berperan di Indonesia (Tokoh- tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia). Ia adalah Lim Hiong Tjheng. Awalnya ia hanyalah pekerja di pabrik batik di Palmerah pada sekitar 1924. Namun kemudian ia malah memiliki pabrik batik sendiri bernama Hajadi dan hingga kini masih beroperasi.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

~ by thebatiksolo on October 3, 2009.

2 Responses to “Batik Oktober ’09”

  1. apik-apik yo… batike…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: